haha, lucu kali ya..
Aku dilahirkan di desa kecil Bumi Kencana kecamatan terbanggi besar (sekarang seputih agung) lampung tengah pada tanggal 11 Juli 1987. Nethonku sabtu wage, katanya siiy, abis waktu kulahir nggak bisa ngeliat tanggalan..
Aku anak kedua waktu itu.. Nasib anak kedua... nggak tau siy, kalo liat di album poto sedikit banget maenanku banding kakakku, dan pakaianku bekasan.. huaaaaa.. tapi mereka tetap sayang denganku pastinya (kepedean)..
Masaku belajar membaca menarik, kata bibik2ku aku dipelihara oleh mereka karena ibuku harus bekerja begitu pula bapakku.. (pelihara? kayak apaan aja). Setiap aku diajak jalan, aku membaca setiap tulisan yang aku baca dengan keras dan pedenya (anak aktif) sapek bibiku malu.. hehehe.. ada cerita lucu, waktu itu aku dengan salah satu bibiku (Media) naik becak dari bandarjaya ke yukum jaya (kira2 ada 5km). sudah dengan susah payah abang itu mengantar kami tetapi kayaknya lagi apes dia. bibikku cuma bawa uang pecahan gede dan bawa uang Rp.500an, karena nggak ada uang ribuan abang becak tersebut cuma dikasih 500 rupiah, alangkah kasian abang itu.. haha.. semoga dapat balasan atas jasanya.. amiin..
waktu aku kecil aku sempet tinggal di GPM (gula putih mataram) karena bapakku kerja di sana.. tapi pada tahun 1994 kayaknya kami pindah kembali ke desa tercinta.. waktu itu aku tujuh tahun dan belum sekolah.. waw ketuaan, sampek aku langsung masuk ke kelas 2 SD.. Toenk?! hanya bisa terjadi karena Mbahku (bapaknya ibuku) kepala sekolahnya kali.. hwahaha.. korban nepotisme jaman suharto. selain itu 80% guru di SDku adalah keluarga besarku.. ckckckckck.. kok bisa ya? sampek2 waktu ku kelas 6 tertuduh nilai raporku gede adalah bohongan karena keluargaku,, nasib nasib.. tapi aku bisa membuktikannya walau pun nggak mendapat juara umum untuk hasil Ebtanasnya,, hupf,,
Ada cerita lucu ketika aku ebtanas kelas 6 SD,, ebtanas waktu itu dilaksanakan 3 hari dan lokasinya jauh dari rumahku.. hari pertama, kupacu sepedaku menuju medan pertempuran, tetapi di tengah jalan aku bertemu dengan salah satu temanku. "hei, ngopo balik" kataku.. "kartu ujianku ketinggalan" jawabnya.. hmmm kasian.
hari kedua aku ujian terjadi hal yg sama, temanku yg lain kembali untuk mengambil kartu ujian dia yg tertinggal. sampailah hari ke tiga, yaitu hari terakhir ujian. waktu aku berangkat aku berpikir "siapa lagi ya yg balik karena kartu ujiannya ketinggal?", tetapi kenyataannya aku tidak bertemu siapa pun. sampai dilokasi aku tersadar bahwa hari itu ternyata akulah yang harus kembali mengambil kartu ujian, karena punyaku yang ketinggalan.. haha.. bodohnya aku.. tapi karena waktu tes sudah mepet, kuberanikan ujian tanpa membawa kartu, dan alhasil alhamdulillah nggak ketauan,, hehe..
Lulus SD dari SDN2 Simpang agung SD keluarga besar saya dan ibuku pun masih mengajar di sana, aku melanjutkan ke jenjang SLTP.. bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar