Padang, inilah kota tujuan pertama saya keluar dari propinsi lampung.. Pengalaman pertama yg sebenarnya agak berat untuk menerimanya.. Diawali minggu ke-2 april 2010, bos besar memberi arahan untukku untuk pergi ke padang, walau awalnya pun terlihat bercanda ternyata dia serius. Aku langsung terjebak dalam dilema antara terima atau tidak. Terima karena kesempatan keluar propinsi pertama kali untuk cari pengalaman di rantau atau tolak karena harus berpisah jauh dari calon istri dan takut nyasar.. hahaha.. gak penting amat takut nyasar..
Waktu yg sangat mepet untuk mengambil keputusan. Diawali diskusi dengan calon dan diakhiri dengan izin kepada ibunda tercinta akhirnya kuputuskan untuk terbang ke Padang.. Pengalaman pertama yg mendebarkan (lebay mode: on) dan dibarengi naik pesawat terbang pertama kali.. Aseeeeek.. Akhirnya kumeninggalkan Lampung untuk pertama kalinya.
Tanggal 18 April aku bersiap diri ke bandara Raden Inten II. Diantar oleh A' one (Iwan) dan didampingi calon istri dan mertua untuk melepasku terbang.. Dengan arahan seadanya dr bos besar, dengan Pedenya aku masuk ke bandara. Antri untuk menunjukkan tiket dan mendapatkan boarding pass.. pura-pura tahu plus takut salah menghantuiku.. setelah aku selesai mengantri lalu kuminta petugas bagasi membawa tasku, dan sesuai petunjuk aku bilang "Padang mas" agar barang itu langsung ke Padang. menuju ruang tunggu sambil melewati pintu pemeriksaan logam santai aje.. Hari itu aku menaiki Sriwijaya Air, tujuan bandara Soekarno hatta yang akan disambung ke bandara minang kabau Padang.
Pengalaman asik di pesawat kuharapkan, melihat pemandangan dr atas langit yg takjub tak juga atau belum kudapat.. Kurang beruntung dapet kursi di tengah susah melihat jendela dan kebetulan awan lagi banyak-banyaknya jadi putih deh.. Selain itu, perjalanan lampung jakarta sangat sebentar. saatku bersiap tidur, pramugari sudah menginstruksikan untuk siap landing.. wow, belum kerasaaaa.. saat itu sangat beruntung aku dapat satu orang teman yg punya tujuan sama yaitu kota padang..
Sesampainya di bandara Soekarno hatta kami berdua melanjuttkan (Transit) untuk mendapat boarding pass berikutnya ke Padang. Pengen beli makan tapi takut mahal, kami pun cuma beli minum.. hehe.. Menunggu yg cukup lama teringat pesan bos kalau ada hotspot di situ, tetapi apa daya itu tidak ada.. sial, berharap banyak padahal untuk menunggu 2 jam.. Akhirnya pesawat kami tiba di landasan, kami pun berangkat ke Padang.. Perjalanan panjang yg membuat sedikit puas berada di dalam pesawat.. ada cukup waktu untuk tidur.. hmm, nikmat.
Mendarat di bandara minangkabau lumayan meninggalkan deg-degan.. temanku langsung saja menghilang begitu sampai tujuan. Aku bingung menunggu tasku di tempat klaim barang. sambil bertanya2 "kok nggak ada petugas ya? kalo gini mah ambil2 aja tas orang gak bakal ketauan" tetapi ku berpikir wajar "ini kan Indonesia" hehe.. Setelah kudapat tasku, mulai bingung.. mencari pintu keluar, clingak clinguk akhirnya ketemu dan ku langsung berasa artis.. para sopir taksi berebut untuk-ku (hueks) tapi kutolak semua karena nggak punya duit.. hiks. Aku langsung menghubungi kacab GO padang bahwa ku sudah tiba di Padang. "what???" hatiku kaget dan kecewa karena janji jemput di bandara ternyata nggak jadi.. aku disuruh naik bus damri yg mengawali tarif serba mahal kota padang.. Damri seharga Rp. 16 ribu mengantarku ke Gramedia kota padang yang sudah ada orang menungguku (semoga nggak bohong lagi). Aku diantar ke tempat tinggalku selama di sana, dan tarara : aku dapat kelas untuk tidur selama 2 minggu setengah.. hupff.. seruuuuu.. hiks.. terimalah apa adanya.. bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar