Kota Padang, kota pinggir pantai yang panas. Dua minggu setengah aku berada di sana. Tiba hari minggu tanggal 18 April 2010 dan pulang ke Lampung tanggal 5 Mei. Diawali tarif Damri yang mahal aku punya firasat buruk tentang biaya makan di kota ini. Setelah mendarat di tempat tinggal sementara yaitu ruang belajar yang lumayan besar yang pertama kulakukan adalah nyetrika untuk 2 minggu ke depan.. hahahaha.. puanasssss..
Malam minggu, aku harus kumpul dengan pengajar-pengajar lain dari penjuru dunia di GO Ahmad Yani. Di sana aku bertemu dengan Dip-Dip (Fisika) nama yg unik dan Kosih (Matematika) pengajar lelaki yang menjadi teman tidur di kamar yang akhirnya berasa sempit karena bertiga. Untuk pengajar wanita, mereka disewakan semacam kos2an, hmm walau satu bertiga lumayan juga..
Makaaaaaannn. Makan di kota ini berharga seragam. Serba Rp.10.000. Jadi perbaikan gizi aku karena makan nasi ayam mulu.. tapi pengurangan gizi bagi dompetku yang makin kurus..haha.. dan cuaca ekstrim yang panas dapat membuatku menjemur pakaian cuma semalam saya.. malam hari pakaian basah bisa kering.. bayang pun panasnya kota ini.. hmmm, tetapi setiap kamis, jumat sabtu kami akan berlibur ke bukit tinggi.. hihihi.. bukan berlibur tetapi pindah tempat berkerja.. jadi senin-rabu Padang, kamis-sabtu Bukit tinggi. Bukit tinggi, kota dengan air sedingin es bikin saya jarang mandi. hahahaha..
Satu minggu berlalu, kami kedatangan pejuang baru Siswanto (Sejarah) bapak separuh baya yang harus berbagi kamar dengan kami.. tetapi kedatangannya dibarengi dengan tuan rumah yang tidak diundang.. Seorang pengajar matematika GO padang yang aku udah lupa namanya.. Berdasarkan gosip, "dia" itu homo.. what? hiiiiiiiii.. alasan dia pindah ngikut kami karena berantem dengan pegawai tempat dia awal yangh telah "dia" gerayangi.. NGERI. Sampai-sampai ada cerita lucu.
Kami berempat suatu malam pulang lebih dulu dari "dia". Jadi kami bicarakan bahwa malam ini untuk tidak membukakan pintu untuk "dia". haha.. Pak Siswanto ternyata baru sadar dan jadi takut dekat-dekat dengan "dia"..Setelah kami mengobrol akhirnya dia pun datang.. Kamar kami di lantai tiga, "dia" teriak-teriak memanggil kami, tetapi kami sepakat untuk berpura-pura sudah tidur.. Setengah jam manggil-manggil akhirnya hilang juga suaranya. Haha.. Akhirnya kami pun bangun lagi dan ketawa huahahaha, ngobrol lagi sampek dikejutkan dengan langkah kaki yang spontan tanpa komando membuat kami pura2 tidur lagi. Sial posisi lagi nggak enak. pegel ni.. "dia" di dalam kamar ngoceh marah bla-bla-bla kami pura2 nggak denger. "Pak Dip-dip bawa kunci?" "Nggak, nggak sama saya".. "Pak sis?" pak sis nggak mau bangun. "Pak kosih yang megang kunci?" "nggak, aku kan dari bukit tinggi". Waduh deg-deg-deg memang aku siy yang terakhir pegang, tetapi sekarang tidak aku pegang.. Dan, "dia" melewati tuk membangunkanku karena posisiku dipojokan siy.. Selamet deh. Dalam hati:"maafkan kami bang, demi keselamatan lubang kami" hahaha..
Yah, hari-hari berlalu saatnya pulang ditanggal 5 Mei 2010... Selamat tinggal kota Padang.. Benar-benar sudah diperas di sana. Mengajar 08.00 - 18.00. wow. dahsyat.. tetapi siswa yang kondusif membuatku enak mengajar.. Sampai jumpa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar